Dalam prosesnya sampel beton yang tercetak kemudian diberi tekanan menggunakan alat uji tekan beton sampai sampel patah atau mengalami kerusakan. Uji ini membantu Anda mengetahui seberapa banyak beban yang bisa ditahan beton sebelum akhirnya patah dan hancur.
Ada dua jenis tes kubus beton yang umum digunakan, yaitu tes kubus beton Berbahan Besi Cor (BSC) dan tes kubus beton Plastik (BPP). Tes kubus beton Berbahan Besi Cor (BSC) digunakan untuk menentukan kekuatan beton yang digunakan dalam konstruksi.
Berikut adalah cara uji kuat tekan beton silinder dan kubus: 1. Persiapan Sampel. a. Beton Silinder Cetak silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm menggunakan cetakan beton. b. Kubus Beton Cetak kubus beton dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm menggunakan cetakan beton. 2. Penyimpanan Sampel a.
Dokumen tersebut membahas tentang perbedaan pengukuran kekuatan tekan beton (fc') menggunakan sampel silinder dan sampel kubus, serta cara mengkonversikan satuan dan nilai kekuatan tekan antara sistem PBI yang menggunakan mutu beton K dan sistem SNI yang menggunakan fc'.
1. Uji Kuat Tekan Beton (Compression test) Uji kuat tekan beton adalah pengujian yang dilakukan pada sampel beton, sampel ini akan diberi tekanan hingga mengalami kehancuran. Tujuannya adalah untuk mengetahui kekuatan beton terhadap gaya tekan, pengujian ini dapat dilakukan dengan cara :
Sampel beton silinder adalah sampel yang dibuat untuk menguji kualitas beton yang akan digunakan dalam proyek konstruksi. Sampel beton silinder dibuat dengan memadatkan beton pada cetakan silinder yang dilengkapi dengan bagian atas dan bawah untuk membuat sampel yang terpisah dan dapat diamati.
