peristiwa reaksi kimia antara semen dengan air. Beton merupakan bahan dari campuran antara Portland cement, agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil)
Tujuan dari pengujian ini adalah Untuk mengetahui kelembaban permukaan agregat halus sebenarnya dan untuk mengetahui keadaan agregat halus dalam kondisi Saturated Surface Dry (SSD) (SNI, Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus, 2008).
Apabila dikelompokkan menurut ukuran, terdapat dua jenis agregat yaitu agregat kasar dan agregat halus. Kita cari tahu bersama yuk! Agregat kasar adalah agregat yang seluruh butirannya tertinggal di atas ayakan yang mempunyai lubang 4.8 mm (SII.0052,1980), 4.75 mm (ASTM C33,1982), atau 5.0 mm (BS.812,1976).
2. Agregat Halus. Agregat halus untuk beton dapat berupa pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami dari batuan-batuan atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh alat pemecah batu. Agregat...
Standar ini menetapkan cara uji berat jenis curah kering dan berat jenis semu (apparent) serta penyerapan air agregat halus. Agregat halus adalah agregat yang ukuran butirannya lebih kecil dari 4,75 mm (No. 4).
1) fraksi agregat halus adalah bahan yang lolos ayakanan No.4 (4,76 mm); 2) fraksi agregat halus harus merupakan bahan yang bersih, keras, bebas dari lempung, atau bahan yang tidak dikehendaki lainnya; 3) pasir boleh digunakan dalam campuran aspal dan persentase maksimum adalah 10%; 4) fraksi agregat halus harus memenuhi ketentuan Tabel 2.
